DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2020 "INDONESIA MAJU"        SELAMAT HARI RAYA IDHUL ADHA 1441 H, 'Mari Wujudkan Deli Serdang Yang Maju Dan Sejahtera Dengan Masyarakat Yang Religius Dan Rukun Dalam Kebhinekaan'        ADAPTASI KEBIASAAN BARU NEW NORMAL (Pakai Masker, Tetap Jaga Jarak, Rajin Mencuci Tangan, Jalani Pola Hidup Sehat)        MARI WUJUDKAN MASA DEPAN CEMERLANG TANPA NARKOBA,GENERASI MILENIAL BERPRESTASI TANPA NARKOBA "DELI SERDANG LAWAN NARKOBA"        Bersama-Sama Menjaga Kesehatan Diri Sendiri Dan Keluarga Agar Tetap Senantiasa Di Rumah, Terapkan Sosial Distancing Dan Physical Distancing         Informasi Perkembangan Virus Covid 19 Di Kabupaten Deli Serdang Dapat Dilihat Melalui Covid19.deliserdangkab.go.id         Surat Edaran Sekda Kabupaten Deli Serdang Nomor : 440/900 Tentang Kewaspadaan Dini Terhadap Penularan Infeksi Novel Corona Virus Di Kabupaten Deli Serdang. Info Selengkapnya Dapat Di Unduh Di Menu Pengumuman        Selamat Kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang Yang Mendapat Penghargaan Adwiyata Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019 Yang Diberikan Oleh Sekda Prop. Sumut Hj R. Sabrina Mewakili Gubernur Sumatera Utara Di Aula Cendana, Lubuk Pakam 24 Februari 2020        Pastikan Diri Anda Tercatat Dalam Sensus Penduduk Secara Wawancara Atau Online Mulai Tanggal 15 Februari S.d 31 Maret 2020 Pada Badan Pusat Statistik Kab. Deli Serdang Atau Partisipasi Secara Mandiri Di Sensus.bps.go.id        Dinas Kesehatan Pemkab. Deli Serdang Menerbitkan Surat Himbauan Tentang Kewaspadaan Dini Terhadap Dampak Bangkai Kholera Babi Yang Dapat Dapat Diunduh Di Https://portal.deliserdangkab.go.id Pada Menu Pengumuman.        SEGERA TUKAR KARTU ATM LAMA ANDA DENGGAN KARTU ATM BANK SUMUT BERLOGO GPN DI BANK SUMUT TERDEKAT        Untuk Cek Berita Hoax Dapat Di Klik Berita Hoax Pada Https://deliserdangkab.go.id       





Tanjung Morawa

Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan bersama istri,Ny. Hj Yunita Ashari Tambunan merasa bergembira menyaksikan pergelaran Malam Pertunjukan Budaya Deliserdang 2019 di Pusat Promosi Produk Unggulan Daerah (P3UD) Tanjung Morawa,Sabtu (30/11) malam.

Sebelum sesi penampilan akhir, saat pergelaran budaya Melayu yang disuguhkan oleh Perkumpulan Pakpung Deliserdang, Bupati dan Istri turut berjoget bersama para penari dan pejabat lainnya.Bahkan mantan Wabup Zainuddin Mars dan Istri, mantan asisten I Syafrullah dan Istri, serta para camat dan undangan lainnya juga tak bisa mengelak untuk meronggeng.

Saat membuka acara tersebut, Bupati Ashari Tambunan mengatakan konteks kebudayaan yang diwariskan para leluhur terdahulu tidak boleh sirna dari bumi Deliserdang. Apalagi kabupaten itu didiami berbagai etnis dan suku bangsa yang pastinya juga memiliki kebinekaan seni dan budaya.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Sehingga peninggalan seni dan budaya tradisional tidak luntur dan tetap lestari di masyarakat. Ini sangat penting terlebih untuk diperkenalkan kepada generasi muda yang kini diterpa masuknya berbagai budaya asing," kata bupati.

Di Deliserdang, katanya, ada etnis Melayu, Jawa, Batak, Simalungun, Karo, dan lainnya. Semua keberadaan etnis dan suku bangsa ini membuat Deliserdang kaya dengan keberagaman. Semuanya tumbuh berkembang dan lestari untuk kita wariskan kepada anak cucu nantinya.

Sebelumnya Kadis Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Chairum mengatakan pertunjukkan yang mengangkat tema "Merajut Kepingan Budaya" itu bertujuan melestarikan dan mewarisi kebudayaan agar tak tergerus kemajuan zaman. Ia mengajak masyarakat menggali, mewarisi, dan mengembangkan kebudayaan yang hampir punah di tengah masyarakat.

"Pertunjukkan budaya malam ini juga sebagai wadah ekspresi bagi para pelaku seni yang ada di Deliserdang. Ke depan pergelaran seperti ini akan lebih kita tingkatkan, sebab masih banyak budaya lokal yang masih lestari namun belum sepenuhnya kita gali," imbuh Chairum.

Disaksikan seribuan penonton, pertunjukkan budaya itu diawali dengan atraksi silat puntaw dan hadrah (puji-pujian) yang ditampilkan Sanggar Rumpun Budaya Deliserdang. Kemudian penampilan makyong (sandiwara tradisional Melayu) oleh para seniman yang tergabung dalam Sanggar Sinar Budaya Kesultanan Serdang.  

Kesenian makyong yang sudah langka ditampilkan itu mampu menyedot perhatian penonton. Selain para pelakonnya yang komunikatif dan melibatkan penonton untuk menyampaikan pesan tersirat, juga disuguhkan secara kocak.

Berbeda dengan makyong, penampilam berikutnya ketoprak dor dari Sanggar Siswo Trisno Budoyo, Sampali, Deliserdang. Disayangkan, ide cerita yang ditampilkan tidak kekinian bahkan bahasa yang digunakan juga bercampur dengan bahasa inggil (Jawa). Sehingga kadang penonton hanya terpaku tapi tidak paham apa yang dibicarakan.

Tari manduda yang ditampilkan Sanggar Rumpun Budaya Deliserdang berikutnya,menjadi jeda sebelum gelaran berlanjut. Suasana kembali mencair saat Munir Nasution dan Syahtial Felani bersama grupnya,Perkumpulan Pakpong Deliserdang mampu memberikan hiburan segar. 

Tidak hanya dari lagu dan tari, tapi juga melalui dialog yang humoris dan mengocok perut penonton. Sebagai pemungkas,sekelompok generasi milenial menampilkan kolaborasi musik tradisonal dan modern untuk mengiringi lagu Si Togol.